Pertemuan ke 3 Psikologi Umum II: Proses Sensasi & Persepsi
A. Transduksi
Sensasi terjadi ketika reseptor khusus di indra teraktivasi dan mengubahnya menjadi stimulus berupa sinyal di dalam otak. Transduksi adalah proses mengubah stimulus luar (cahaya, dll) menjadi aktivitas neural.
Contoh aplikatif: kita refleks menutup mata kita ketika merasa silau, kita menutup hidung kita ketika mencium aroma yang tidak menyenangkan.
Beberapa stimulasi sangat bervariasi. Contohnya reseptor mata distimulasi oleh cahaya, reseptor telinga oleh getaran, reseptor kulit oleh tekanan, dan reseptor penciuman oleh substansi kimia (bebauan/aroma). Setiap reseptor mengalami proses transduksi yaitu perubahan dari bentuk fisikal menjadi informasi listrik, baik melalui proses depolarisasi atau hiperpolarisasi (Gardner & Johnson, 2013).
B. Ambang Batas Sensori
Penelitian ini dilakukan oleh Weber, mengenai diskriminasi dua titik tentang seberapa jauh perbedaan jarak dapat dideteksi secara sensoris. Karyanya dikenal sebagai Weber's Law tentang just noticeable differences (jnd).
Contoh aplikatifnya, ketika kamu masak, namun kamu ingin bereksperimen. Masakkan sebelumnya sudah kamu tambahkan garam sebanyak 5 sdm, namun masakkan selanjutnya kamu tambahkan garam 3 sdm. Perbedaan keasinan antara dua makanan tersebut dapat diketahui. Dari perbedaan tersebut, kita dapat menentukan kadar toleransi asin di dalam diri kita. Contoh lainnya, ketika seseorang bereksperimen kemampuan pendengarannya di ruangan sunyi dengan ruangan bising. Disana dia juga bisa merasakan perbedaan kemampuan pendengarannya.
Jnd berhubungan dengan dua stimuli.
Stimulus yang terletak dibawah level kesadaran disebut stimulus subliminal, cukup kuat untuk mengaktifkan reseptor sensori, namun tidak cukup kuat untuk membuat orang menyadarinya.
C. Habituasi dan Adaptasi Sensori
Habituasi: cara otak untuk beradaptasi melalui informasi yang tidak berubah dari lingkungan. Contohnya ketika kita terbiasa tinggal dekat stasiun kereta api yang notabenenya berisik, ketika kita pindah lokasi ke daerah industrial yang juga berisik, kita tidak terlalu terganggu dengan suara-suara tersebut. Tapi, kalau suasananya tiba-tiba sepi, kamu bakal ngerasa aneh.
Adaptasi sensori: proses konstan dimana kita nggak menyadari perubahannya karena berhubungan dengan reseptor sensori.
Contohnya kalau kamu datang ke toilet umum yang bau, awalnya kamu bakal ngerasa gak nyaman, namun lama kelamaan, hidung kamu mampu beradaptasi akan hal itu.
D. Belajar
Belajar adalah proses kita mempelajari sesuatu, dimana hal tersebut terekam di dalam otak kita melalui pengalaman atau latihan, secara relatif permanen. Contoh aplikatifnya yaitu kita mendapatkan kekuatan mengangkat galon setelah bertahun-tahun mengangkat galon air di rumah. Contoh lainnya yaitu kita yang awalnya nggak paham psikologi umum, namun karena latihan terus menerus dan belajar setiap kamis, kita jadi bisa memahami psikologi umum.
E. Memori
Memori adalah sebuah sistem aktif yang menerima informasi dari indra, dimana informasi itu nantinya bakal berguna, dan bakal disimpan di otak. Contoh sederhana memori ini adalah ingatan kita sendiri. Kayak, kita jadi inget bagian-bagian otak karena kita sempat mempelajari sebelumnya di mata kuliah biopsikologi. Contoh kedua kita jadi inget nama anggota keluarga kita karena kita hidup bersama mereka.
Sumber: Ciccarelli, S. K., & White, J. N. (2018). Psychology (5th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Komentar
Posting Komentar