Pertemuan ke-12: Psikologi Umum I: Behaviorisme

Selasa, 23 November 2021 

Pertemuan ke-12 oleh Buk Amatul Firdausa Nasa, S.Psi., M.Psi., Psikolog. 


Ciao!
Kali ini, aku bakal bahas tentang aliran behaviorisme, yang kebetulan juga jadi bahan perkuliahan hari ini, nih. Sebelumnya, pada tau nggak, apa sih behaviorisme itu? Gimana behaviorisme itu bisa muncul? Dari namanya aja 'behavior' kita bisa ambil pengertian nggak sih kalau behaviorisme itu berhubungan dengan kepribadian kita? Biar lebih jelasnya, yuk simak!

Behaviorisme adalah sebuah filosofi yang berdasar pada apa yang dilakukan organisme tersebut (tindakkan, pikiran, atau perasaan) itu harus dianggap sebagai perilaku. Behaviorisme ini umumnya memusatkan pada overt activities (perilaku yang tampak) dibandingkan perilaku yang tidak tampak sehingga mencetuskan yang namanya S-R theory. Adanya respon dalam aliran ini yang berperan sebagai perilaku yang tampak, dipengaruhi oleh stimulus dari luar individu. Biasanya, respon ini mengikuti stimulus tersebut. 

'Bagaimana lingkungan tersebut memberi stimulus, maka akan seperti itulah dia'.  

Behaviorisme ini sendiri menekankan pada perubahan tingkah laku sebagai bentuk adanya stimulus dan respon. Perilaku manusia itu nggak ada juga hubungannya dengan pengaruh consciusness.  

Dalam Psikologi Objektif Rusia, mengatakan kalau behavior ini tidak ada kaitannya dengan consciusness, melainkan merupakan refleks alias perilaku itu memang terbentuk secara spontan karena memang ada fungsi secara biologis. Behaviorisme lebih mementingkan insting daripada frekuensinya, berbeda dengan Watson.

Tokoh-tokoh Behaviorisme 

1. Ivan Sechenov (1829 - 1905) : menekankan pada adanya stimulasi eksternal, dan overt activities yang bersifat refleksif. Pemikiran-pemikirannya antara lain inhibition (penghambatan refleks) dan psychology as physiology (refleksif). 
2. Ivan Petrovich Pavlov (1849 - 1936) : eksperimennya yang terkenal yaitu disebut sebagai Pavlov's Dog, dimana dia meneliti sistem pencernaan pada anjing. Ada yang namanya conditioned refleks & conditioned stimulus, unconditioned reflexes & unconditioned stimulus. Gimana sih contoh dari reflex dan stimulus tersebut? Contoh nyatanya ketika kita melatih hewan ketika waktu makan dengan cara membunyikan bel yang membuat hewan tersebut datang mendekati kita, hingga terbentuk asosiasi. Bunyi bel itu sebagai conditioned stimulus, dan air liur hewan tersebut sebagai conditioned response.
3. Vladimir M. Bechterev (1857 - 1927): mengamati perilaku nyata organisme, dan menyampaikan kalau penelitian Pavlov mengenai Saliva Method memiliki beberapa kekurangan. 
4. John Broadus Watson (1878 - 1958): menilai perilaku yang observable, dan menjadi pendiri dari aliran behaviorisme ini sendiri. 
5. William McDougall (1871 - 1938): menjelaskan tentang purposive behavior (kita berperilaku atas tujuan tertentu), dan menjelaskan insting yang ada pada setiap organisme. Pernah terjadi battle dengan Watson yang memperdebatkan insting dan proses pembelajaran organisme. McDougall mengatakan kalau insting itu dimiliki oleh semua organisme, sedangkan Watson mengatakan insting tidak ada pada tingkat manusia.  (mempertentangkan masalah insting)

Kontribusi lainnya...
1. Alexander Romanovich Luria (1902 - 1977): mengembangkan teori fungsi kortikal yang membagi otak menjadi tiga blok utama, dan menyumbang untuk kepentingan neurologis. 
2. Lev Semyonovich Vygotsky (1869 - 1934): pionir di bidang perkembangan kognitif. 

Selain behaviorisme, juga ada yang namanya..... 

Neobehaviorisme!!!!

Neobehaviorisme ini sendiri erat kaitannya dengan positivisme nih, guys! yaitu sebuah kajian yang bisa terukur gitu. Ada beberapa tokohnya nih, antara lain: 

1) Edwin Ray Guthrie (1886 - 1959) : pemikirannya yaitu one trial learning dimana kita belajar hanya dalam satu percobaan. 
2) Clark Leonard Hull (1884 - 1952): menjelaskan perilaku secara mekanistik. 
3) B.F Skinner (1904 - 1990) : variabel eksternal dalam tingkah laku individu dan adanya operant conditioning yang melibatkan reinforcement seseorang. 
4) Edward Chace Tolman (1886 - 1959): mempelajari perilaku molar sebagai purposive behavior, Tolman's rat yang menggunakan tikus sebagai subjek eksperimen, penggunaan intervening variabel yang mengintervensi lingkungan dan prilaku, reinforcement, dan latent learning. Pengaruh Tolman yaitu dalam melestarikan psikologi kognitif. 

Nahh...jadi sekian hasil perkuliahan hari ini, see ya! ;) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan ke-10: Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen

Pertemuan ke-9: Perkembangan Awal Psikologi Modern

Pertemuan ke 5 Psikologi Umum I: Empirisme, Sensasionalisme, dan Positivisme.