Selasa, 7 Desember 2021
Pertemuan ke-14 Psikologi Umum I oleh Bu Amatul Firdausa Nasa, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Ciao! Balik lagi, kali ini kita bakal bahas tentang suatu teori yang menurut aku menarik banget, nih. Sebuah teori mengenai 'memanusiakan manusia'. Hmmm....ada yang tau?! Nah, tepat! Sesuai gambar diatas, kata yang paling besar adalah HUMANISM, jadi aku bakal bahas mengenai apa itu Psikologi Humanistik! Kira-kira, ada yang tau tentang Humanistik ini sendiri, nggak? Jadii..
.Humanistik ini adalah sebuah aliran psikologi yang kajiannya
menggali hal-hal positif tentang manusia. Para humanistik ini meyakini kalau setiap orang itu punya kemampuan loh untuk bergerak kearah yang positif. Psikolog humanistik cenderung
mengeksplorasi tentang manusia. Diharapkan, manusia itu bisa menemukan potensi dalam dirinya sehingga arah kehidupannya bisa berkembang ke yang positif.
Nah, yang menjadi perhatian lagi, kenapa sih digambar itu kata 'humanism' justru ditaro palingggg besaar??? Nah, menurut pandangan aku sendiri, humanistik ini jauhhh berbeda dengan aliran-aliran sebelumnya, guys. Kalau aliran-aliran sebelumnya itu banyak yang menggunakan hewan sebagai subjek pengamatan untuk mempelajari perilaku manusia, nahh, semenjak ada Abraham Maslow, semuanya jadi berubah *ceritanya. Maslow ini melihat kalau nggak etis loh kita mempelajari perilaku manusia tapi malah ngegunain tikus? Kan, nggak nyambung sebenernya. Nah, akhirnya si Maslow ini pun mengembangkan sebuah kajian yang memfokuskan yang tadinya subjek pengamatan psikologi itu tikus, digantilah menjadi manusia. Jadi, begitulah awal mula kenapa humanistik ini bisa terjadi, guys ~
Tadi, kita udah bahas sekilas tentang Maslow, nih. Kira-kira siapa aja sih, tokoh humanistik yang lainnya?!
1. Carl Rogers!!!
Carl Rogers sendiri juga berperan penting dalam psikologi humanistik. Rogers sendiri menciptakan teori yang namanya person-centered theory, dimana meyakini kalau segala sesuatu itu berpusat pada diri serta manusia itu memiliki potensi dan kemampuan untuk mengaktualisasikan dirinya dari potensi tadi. Rogers juga mengenal dua konsep diri: real self (kondisi individu tersebut saat ini) dan ideal self (kondisi yang diharapkan ada dalam individu tersebut). Rogers juga membentuk sebuah layanan konsultasi, dimana dia menjadikan 'orang yang berkonsultasi' itu disebutnya sebagai klien daripada pasien. Rogers ini tugasnya untuk membimbing klien tersebut menemukan potensi positif sehingga klien bisa menemukan resource positif dalam dirinya.
Kemudian, juga ada yang namanya organismic valuing process yaitu individu mampu mengevaluasi pengalaman hidupnya, apakah itu mendorong atau menghambat proses aktualisasi diri individu tersebut.
2. Abraham Maslow
Nah, balik lagi ke Abraham Maslow yang mengatakan tentang Hidup Sepenuhnya. Menurut Maslow, untuk mencapa hidup yang bahagia itu, kita harus dapat mencapai tahap aktualisasi diri. Nah, oleh karena itulah Maslow ini merumuskan yang namanya teori Hierarchy Of Needs, didasarkan oleh kebutuhan kita sebagai manusia. Dalam teori ini, terdapat yang namanya kebutuhan dasar, kebutuhan psikologis, dan pemenuhan kebutuhan sepenuhnya. Kebutuhan dasar terdiri dari kebutuhan fisiologis (makan, minum) dan kebutuhan keamanan (rasa aman). Kebutuhan psikologis meliputi kasih sayang dan cinta dan harga diri. Setelah kebutuhan-kebutuhan tersebut tercapai, maka sampailah kita pada kasta yang lebih tinggi yaitu aktualisasi diri. Maslow menganggap kalau kita sudah mencapai tahap aktualisasi diri itu, udah deh, hidup kita tuh udah sempurna! Aktualisasi diri itu adalah dimana kita hidup sesuai potensi yang kita miliki, contohnya kita merasa puas dengan membantu orang saja sudah menunjukkan kalau kita mencapai aktualisasi diri, loh. Karena 'rasa puas' tersebut bisa menjadi indikator kita sudah mencapai potensi kita.
Untuk mencapai aktualisasi diri ini, kata Maslow, kita harus memenuhi level yang dibawah dulu. Kemudian, ada yang namanya kecemasan. Sebenarnya, kecemasan itu penting loh untuk memberikan safety needs bagi manusia. Kecemasan yang tidak diperbolehkan itu adalah neurotic anxiety, yaitu kecemasan yang menghambat seseorang untuk berkembang. Bahasa modernnya sih, overthinking.
Maslow ini dasar penelitiannya itu adalah manusia, sehingga bisa dibilang kalau Maslow ini sebagai pencetus psikologi humanistik ya, temen-temen. Coaching atau clien-centered menjadi teknik utama dalam humanistik ini dalam membimbing kliennya. Dimana, para psikolog humanistik ini mencoba melihat masalah dari segi positifnya.
Nahhh...jadi sekian nih, beberapa penjelasan mengenai psikologi humanistik! Disini aku akan ngasih sekilas tentang susunan hierarki kebutuhannya si Maslow, semoga bisa dipahami, ya!
See ya!
Komentar
Posting Komentar