Pertemuan ke-11 Psikologi Umum II: Seksualitas dan Gender
2 karakteristik seksual:
- primary: organ seksual yang muncul sejak lahir dan secara langsung terlibat dalam reproduksi manusia. Contohnya pada wanita vagina (tabung yang mengarah dari luar tubuh wanita ke pembukaan rahim), uterus (rahim), dan ovaries (kelenjar seksual wanita). Sedangkan pada pria terdapat penis (organ laki-laki buang air kecil dan mengeluarkan sperma atau sel seksual), testes (kelenjar seksual pria), dan skrotum (kantong eksternal yang menahan testis), yang terakhir yaitu kelenjar prostat (kelenjar yang mengeluarkan sebagian besar cairan yang membawa sperma).
- secondary: organ seksual dan sifat yang berkembang selama pubertas dan secara tidak langsung terlibat dalam reproduksi manusia, bersifat pembeda antara laki-laki dan wanita. Pada wanita, terdapat siklus menstruasi yang muncul pada umur 10 atau 12 (dimana darah dan jaringan lapisan rahim keluar dari tubuh wanita jika tidak terjadi kehamilan). Siklus ini disebut menarche. Organ lainnya kelenjar mammal pada dada menjadi kapabel dalam memproduksi susu bagi bayi dan siklus menstruasi dimulai. Pada pria, dimulai dari suara berat, munculnya rambut pada area tertentu, dan tekstur kulit yang lebih kasar. Juga disertai oleh pertambahan tinggi dan berat badan, larynx (kotak suara) bertambah besar disebut sebagai adam's apple.
Faktor penentu ditentukan oleh kromosom: jika kromosom dari pasangan 23 mengandung kromosom Y, sebuah gen kromosom Y menyebabkan gonads melepaskan hormon testeoteron (androgen), dan hormon perempuan disebut estrogen. Dalam beberapa kesempatan tertentu, sebuah bayi lahir dengan organ seksual yang ambigu, disebut intersex.
Gender ditandai sebagai aspek psikologis tentang menjadi laki-laki dan perempuan. Gender roles merupakan ekspetasi budaya tentang perilaku seseorang yang diterima sebagai laki-laki atau perempuan, termasuk sikap, actions, dan personaliti tergabung dengan gender tertentu sesuai kultur. Gender typing adalah sebuah proses ketika orang-orang belajar preferensi budaya dan ekspetasi dari perilaku laki-laki dan perempuan. Proses pengembangan identitas gender seseorang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan biologis
Pengaruh Biologis: Studi lain meneliti cara pria dan wanita merespons seks visual dan menemukan bahwa pria dan wanita mungkin melaporkan mereka sama-sama terangsang. Hal itu semua dipengaruhi oleh hormon.
Pengaruh lingkungan: Bagi orang yang terkena pengaruh biologis, dapat dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan kembali. Contoh aplikatif ekspetasi seseorang kepada gadis menjadi tomboy, dan begitu sebaliknya.
Pengembangan Peran Gender
Social Learning Theory: Teori pembelajaran sosial menekankan pembelajaran melalui observasi dan imitasi model, attribut terhadap prosesnya. Contoh aplikatifnya: anak meniru perilaku orangtuanya, anak meniru perilaku temannya.
Gender Schema Theory: Sebuah teori pengembangan gender yang mengabungkan social learning theory dan perkembangan kognitif. Contoh aplikatif kita membangun konsep tersendiri bagaimana seharusnya cewek dan cowok, bagaimana rupa anjing yang muncul ketika kita menyebut/membayangkannya.
Gender Streotyping: Stereotip adalah sebuah konsep tentang seseorang atau kelompok berdasarkan karakteristik paling dasar atau luar. Stereotip gender adalah konsep laki-laki dan perempuan berdasarkan karakteristik mereka, tidak lebih dari sekedar laki-laki dan perempuan. Contoh aplikatifnya kita menganggap semua laki-laki itu nggak sabaran, logis, dan penentu. Sedangkan untuk perempuan kita menganggap jika perempuan bersikap tidak logis, mudah berubah, dan sensitive secara emosional.
Androgyn: Aspek positif dan negatif laki-laki dan perempuan tanpa memandang jenis kelamin. Contohnya kita menganggap laki-laki itu boleh menangis, dan perempuan boleh berlatih bela diri.
Perbedaan Gender (Gender Differences)
-Cognitive differences : contohnya kemampuan mendengar, kemampuan membaca.
-Social and personality differences: sebagai hasil stereotip tentang jenis kelamin.
Respons seksual:
1. Excitement: dimulai dari adanya stimulus seksual.
2. Plateau: perubahan fisikal
3. Orgasm: runtutan kontraksi dari otot dinding vagina atau penis.
4. Resolution: fase terakhir respons seksual dimana tubuh kembali seperti keadaan normal.
Pada pria terdapat refractory period, dimana terdapat periode waktu pada pria setelah orgasme dimana laki-laki tidak bisa menjadi terangsang untuk orgasme lain.
Perbedaan perilaku seksual:
1. The Kinsey Study: orientasi seksual disarankan terjadi secara kontinum, bukan dasar.
2. The Janus Report: memeriksa perilaku seksual yang normal dan menyimpang
Sexual Orientation: ketertarikkan seksual seseorang kepada jenis kelamin sama atau berbeda.
a. Heteroseksual: ketertarikkan dengan lawan jenis.
b. Homoseksual: ketertarikkan dengan satu jenis kelamin.
c. biseksual: ketertarikkan dengan lawan jenis dan satu jenis.
d. aseksual: kekurangan ketertarikkan seksual dengan yang lain.
Infeksi Menular Seksual: mempengaruhi organ seks. Contoh syphillis, gonorrhea, dan AIDS.
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS): disebabkan oleh infeksi virus (HIV).
canggehhh
BalasHapus