Pertemuan ke 13: Kelainan Psikologis
Suatu studi tentang perilaku abnormal dan kegagalan fungsi psikologis disebut sebagai psikopatologi. Perilaku/pikiran disebut abnormal mengacu pada definisi statistikal. Dalam konteks situasional (setting lingkungan tentang perilaku seseorang) dapat membuat perbedaan tentang labelisasi pikiran. Contohnya jika seseorang mengatakan bahwa dia sedang dimata-matai, maka orang-orang akan berpikir jika si orang tadi tengah mengalami pikiran yang tidak baik. Namun, jika seseorang tadi berpikir dimata-matainya itu sebagai suatu program perlindungan, maka akan menjadikan respon yang berbeda.
Dalam ketidaknyamanan subjektif, menjadi tekanan emosional penyebab perilaku abnormal seseorang. Contohnya kita merasa tidak nyaman setiap kali keluar rumah karena pikiran kita menganggap ada yang mengikuti kita, kita merasa tidak nyaman setiap berada dalam keramaian karena ketakutan akibat trauma pernah dicopet sebelumnya.
Perilaku abnormal dapat berubah menjadi perilaku maladaptif, yaitu segala sesuatu yang tidak memungkinkan seseorang untuk beradaptasi dengan tekanan sehari-hari dalam hidupnya. Contohnya ketika kita stress kita justru menarik diri dari lingkungan sosial, emosian.
Pikiran abnormal bisa menjadi kelainan psikologis yaitu pemikiran yang menyakiti "diri sendiri" yang membuat diri sendiri menderita, menyakiti orang lain, dan menurunkan kemampuan mereka dalam suatu kehidupan sosial.
Beberapa model abnormal:
1. Model biologis: perilaku disebabkan oleh perubahan biologis ,struktur, atau sistem genetik tubuh. Contoh depresi dan skizofrenia.
2. Model psikologis
3. Perspektif sosiokultural: perspektif yang berfokus pada hubungan perilaku sosial dan budaya. Hal ini berkaitan dengan relativitas budaya, yaitu merujuk pada pertimbangan karakteristik unik suatu budaya dimana orang dengan gangguan dapat diasuh sehingga dapat dilakukan tindakkan yang tepat. Contohnya yaitu beberapa daerah di Asia masih menganggap gangguan mental sebagai sesuatu yang memalukan yang menurunkan derajat keluarga.
4. Perspektif biopsikologi: perspektif dimana pemikiran hasil interaksi abnormal sebagai gabungan dari interaksi biologis, psikologis, dan budaya.
Dalam mendiagnosa gangguan psikologis dirujuk pada DSM-5, ICD 10, dan RdoC.
Anxiety: gangguan dimana gejalanya berlebihan atau tidak realistisitas kecemasan. Salah satu jenis anxiety adalah free floating anxiety adalah suatu kecemasan tidak berhubungan dengan apapun penyebab spesifik.
Gangguan fobia: ketakutan yang irasional dan terus menerus terhadap objek, atau situasi sosial. Contoh fobia terhadap ruang sempit, dan fobia terhadap kegelapan.
Social Anxiety Disorder (Social Phobia): takut berinteraksi dengan oranglain atau berada dalam situasi sosial. Contohnya kita merasa gugup dan cemas ketika diharuskan berbicara kepada orang asing, kita panik ketika tiba-tiba ditunjuk secara mendadak untuk mengungkapkan pendapat dalam suatu konferensi.
Phobia spesifik: ketakutan terhadap objek atau situasi tertentu. Contoh tryphobia (takut pada lubang-lubang kecil), dan hematophobia (takut pada darah).
Agoraphobia: ketakutan berada dalam situasi yang tidak memungkinkan jika kita ingin melarikan diri. Biasanya mereka dihadapkan oleh beberapa situasi. Contohnya yaitu ketika memilih memakai transportasi umum bus atau pesawat, dan berada di ruang terbuka seperti taman atau berada di ruang tertutup seperti mesjid. => dikenal juga ketakutan dengan tempat ramai.
Serangan panik: timbulnya kepanikkan secara tiba-tiba dan intens disertai gejala fisik. Contohnya kita merasa panik karena tiba-tiba dipilih menjadi penggeret bendera pertama kali dalam hidup, sehingga ketika tampil kita gemetar dan jantung kita berdetak cepat.
Generalized Anxiety Disorder: jenis kecemasan yang tidak diketahui sumbernya secara spesifik dan mungkin dialami orang-orang. => gangguan kecemasan disertai stress gejala fisik yang dialami selama 6 bulan atau lebih.
Gangguan lainnya yang berkaitan dengan anxiety
OCD (Obsessive Compulsive Disorder): gangguan dimana terjadi pikiran berulang yang mengakibatkan kecemasan. Contohnya kita mencuci tangan berulang kali karena kita takut setiap detik ada banyak bakteri yang menempel di tangan kita.
Acute Stress Disorder (ASD) dan Post traumatic stress disorder (PTSD):
1. ASD: gangguan akibat efek stressor utama dengan gejala kecemasan, disosiasi, berulang, gangguan tidur, dan munculnya kilas balik terhadap kejadian yang menyebabkan stress di pikiran.
2. PTSD: gangguan akibat efek stressor utama dengan gejala kecemasan, disosiasi, kurang tidur, dan masalah konsentrasi selama 1 bulan, atau gejala muncul/tidak segera setelah peristiwa traumatis.
Penyebab Anxiety, Trauma, dan Stress
1. Faktor perilaku dan kogntif: terdapat yang namanya magnification, kecenderungan untuk menafsirkan situasi berbahaya atau tidak bagi behavioris, sedangkan bagi para kognitif terdapat all-or-nothing thinking mengatakan kalau penampilannya harus sempurna. Dari hal itulah yang menimbulkan stress atau tekanan bagi diri seseorang. Kemudian overgeneralization yaitu suatu distorsi pemikiran dimana seseorang menarik kesimpulan hanya karena satu peristiwa besar-besaran dan menerapkan peristiwa tersebut kepada peristiwa lain yang tidak berhubungan secara asli. Selanjutnya minimization yaitu distorsi pikiran dimana seseorang lebih memilih membesarkan peristiwa negatif dengan mengabaikan peristiwa positif.
2. Faktor biologis: Berpengaruh oleh amygdala, terutama dalam phobia.
3. Variasi kultur:
GANGGUAN DISOSIATIF: PERILAKU ALTER
Gangguan disosiatif: gangguan dimana ada jeda dalam kesadaran, ingatan, dan beberapa kombinasi. Sangat menganggu rasa identitas seseorang.
Gangguan identitas disosiatif (DID):gangguan ketika seseorang memiliki 2 personality atau lebih dalam satu tubuh. Penyebabnya:
1. Psychodinamic: pikiran dan perilaku yang ditekankan adalah mekanisme pertahanan utama dan mengurangi rasa sakit emosional.
2. Kognitif dan behavioral: penghindaran pikiran terkait trauma diperkuat secara negatif oleh pengurangan kecemasan dan rasa sakit emosional
3. Biological: dukungan untuk perbedaan aktivitas otak dalam kesadaran tubuh telah ditemukan pada individu dengan gangguan depersonalisasi/derealisasi
GANGGUAN MOOD
Dalam kajian psikologi dikenal istilah "affect" sebagai emosi atau mood. Gangguan mood adalah gangguan pada emosi (afektif), adalah sebuah gangguan dimana mood terganggu parah. Bisa mild atau severe. Macam-macamnya:
1. Major Depressive Disorder: suasana hati yang sangat tertekan
2. Bipolar Disorder: Pengalaman suasana hati dari normal menjadi maniac, terdapat beberapa episode depresi atau pengalaman suasana hati normal terganggu karena episode depresi dan hipomania. Maniak bisa dibilang sebagai suatu perasaan antusias yang berlebihan dengan energi tanpa batas. Contoh aplikatif seseorang bisa merasakan senang yang berlebihan pada awalnya sampai dia merasa menjadi salah satu orang paling bahagia di dunia, namun tak lama setelah itu ia bisa merasa sangat depresi.
Penyebab gangguan mood:
1. Psychodinamic: depresi menjadi penyebab kemarahan yang ditekan ditunjukkan kepada orang tua atau figur tertentu yang autoratif.
2. Behavioral: depresi sebagai bentuk tidak mendapatnya pertolongan
3. Social cognitive: munculnya pemikiran yang merugikan diri sendiri.
4. Biological: variasi dalam neurotransmitter seperti penggunaan serotonin.
GANGGUAN MAKAN
1. Anorexia Nervosa: sebuah kondisi dimana seseorang mengurangi makan sampai berat badan mereka sangat kurang.
2. Bulimia Nervosa: suatu kondisi dimana berkembang siklus binging, yaitu tetap makan secara normal/berlebihan namun menggunakan metode tidak sehat untuk mengurangi kenaikkan berat badan seperti memuntahkan kembali makanannya.
3. Binge-Eating Disorder: suatu kondisi dimana orang makan berlebihan (binges), berbeda dengan bulimia nervosa, pelakunya tidak menggunakan metode tidak sehat untuk mengurangi kenaikkan berat badan
Penyebab gangguan tersebut karena terobsesi dengan penampilan, dan dapat gambaran tubuh ideal yang salah. Akibatnya, gangguan ini banyak terjadi pada wanita.
Disfungsi seksual: masalah fungsi seksual yang berkaitan dengan tindakkan seksual. Bermasalah pada aktivitas seksual, gairah seksual, dan respons seksual. Penyebabnya organic (sumber fisik/gangguan) atau psikologis (khawatir, anxiety)
SKIZOFRENIA: gangguan parah dimana orang menderita gangguan berpikir, perilaku aneh, halusinasi, dan penderitanya tidak mampu membedakan antara fantasi dan kenyataan. Saat ini, skizofrenia dijelaskan sebagai gangguan psikotik jangka panjang (tidak bisa terhubung dengan kenyataan) di mana ada ketidakmampuan untuk membedakan apa yang nyata dari fantasi serta gangguan dalam berpikir, emosi, perilaku, dan persepsi.
Gejala umum skizofrenia adalah delusi (keyakinan palsu oleh seseorang untuk menolak kenyataan).Beberapa jenis delusi:
1. Delusions of persecution: percaya bahwa mereka akan disakiti oleh orang lain.
2. Delusions of reference: percaya bahwa benda mati itu berbicara kepada mereka (seperti televisi, buku, karakter fiksi)
3. Delusions of influence: percaya bahwa manusia dikendalikan oleh kuasa eksternal, contohnya iblis, alien, atau kekuatan kosmik.
4. Delusions of grandeur: percaya bahwa ada orang tertentu dengan kekuatan super mempunyai misi menyelamatkan dunia.
Selain delusi, orang skizofrenia juga mengalami halusinasi (persepsi sensori yang salah, yang sebenarnya tidak terjadi). Misalnya kita merasakan kita mendengar orang berbisik kepada kita, padahal tidak ada orang yang berbisik. Selain itu, juga ada gejala flat affect yaitu kurangnya respons emosional. Contohnya ketika dalam situasi pemakaman, harusnya kita sedih, kita malah tertawa keras. Selanjutnya ada catatonia yaitu ketika seseorang mempertahankan postur aneh yang tampak dalam waktu yang lama, dan perilakunya menjadi tidak teratur. Kondisi ini juga mengakibatkan orang tersebut tidak menanggapi dunia luar.
Gejala skizofrenia dapat dibedakan menjadi:
1. Positive symptomps: gejala skizofrenia yang adalah ekses dari perilaku atau terjadi di samping perilaku normal; halusinasi, delusi, dan pemikiran yang menyimpang. => pengaruh peningkatan dopamine di otak
2. Negative symptomps: gejala skizofrenia yang kurang dari perilaku normal atau tidak adanya perilaku normal; kurang perhatian, afek datar, dan bicara buruk. => turunnya dopamine.
Dalam penyebab skizofrenia terdapat sebuah model yang diajukan yaitu stress-vulnerabillity model yaitu penjelasan gangguan yang mengasumsikan sensitivitas biologis atau rentan terhadap gangguan tertentu akan mengakibatkan perkembangan gangguan tersebut dibawah stress emosional.
GANGGUAN KEPRIBADIAN: sebuah gangguan dimana seseorang mengadopsi pola perilaku persistent yang menganggu interaksi sosial yang normal. Beberapa kluster yang dibahas:
1. Cluster A: pemikiran aneh atau perilaku eksentrik.
2. Cluster B: sangat dramatis, emosional, dan perilaku tidak menentu.
3. Cluster C: dominan cemas dan muncul pemikiran yang menakutkan.
Macam-macamnya:
1. Antisocial Personality Disorder: gangguan dimana mereka menggunakan orang lain tanpa memperhatikan perasaan mereka dan sering berperilaku impulsif tanpa mempertimbangkan efek dari perilaku mereka tersebut. Contohnya orang dengan gangguan ini cenderung meminjam uang tanpa mempunyai keinginan untuk membayarnya kembali tanpa rasa bersalah dan itu terjadi berulang kali tanpa efek jera. => tidak punya perasaan.
2. Borderline Personality Disorder: pola kepribadian maladaptif dimana seseorang merasa murung, tidak stabil, dan sering menempel pada orang lain untuk menghancurkan diri, kesepian, dan perilaku ini menganggu hubungan dekat. Mereka impulsif dan sangat takut dengan pengabaian. => memiliki hubungan dengan orang lain secara intens, impulsif, moody, dan manipulatif.
Penyebab gangguan kepribadian:
1. Kognitif-behavioral: perilaku spesifik dipelajari seiring waktu, berkaitan dengan pemikiran maladaptif. Contoh paranoia, narsistik, dan mementingkan diri sendiri yang parah.
2. Faktor genetik, dengan berkerabat dekat secara biologis dengan orang antisosial, schizo, dan borderline.
3. Varians dalam toleransi stress dan gangguan dalam hubungan komunikasi
Komentar
Posting Komentar