Pertemuan ke 5 Psikologi Umum II: Memori

 Apa itu memori? => Memori adalah suatu sistem aktif yang menerima informasi dari indra, dan meletakkan informasi kedalam suatu kegunaan, dan menyusunnya, kemudian mengambil informasi dari penyimpanan. (Beddeley, 1996, 2003). 

3 Proses Memori: 

a. Encoding (pengkodean): menerima sinyal sensori (pandangan, suara, etc) menjadi sesuatu yang bisa digunakan dalam sistem otak. Contoh: 

- ketika memakan sesuatu yang manis, indra sensori kita menangkap rasa manis, dan meneruskannya ke otak sehingga otak bisa menerjemahkannya menjadi rasa manis.  

- ketika mendengar suara yang keras, indra pendengaran kita meneruskan suara tersebut ke otak sehingga otak kita menerjemahkan kalau ada suara keras yang mengancam.  

b. Storage (penyimpanan): menahan informasi untuk beberapa waktu. Contoh: 

- ketika kita sedang mempelajari sesuatu yang baru, misalnya baru belajar biola, maka kita bisa mengingat senar-senar mana yang harus ditekan selama bermain.

- ketika kita sedang mengendarai sepeda motor, kita jadi tahu waktu kapan harus menginjak gas atau rem. 

c. Retrieval (pengambilan): mendapatkan informasi pada fase storage dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan.  Contoh: 

- sebelum ujian, kita menghafal materi atau mengulangi materi yang sudah kita pelajari sebelumnya.

- kita mencoba mengingat kembali wajah-wajah teman kita semasa SD. 

Beberapa model dari memori: 

a. information processing model (model pemrosesan informasi): terfokus pada bagaimana memori diproses melalui tahapan berbeda. 

b. levels-of-processing-model (tingkat model pemrosesan): berfokus pada keakuratan pemrosesan yang terasosiasi dengan informasi spesifik, yaitu dengan pengulangan yang panjang.  

c. parallel distributed processing (PDP) model (model PDP): berfokus pada proses berkelanjutan dalam memproses informasi yang melintasi banyak jaringan saraf. 

3 tahap proses memori: 

Awalnya terdapat sensory events kemudian di encoding menjadi sensory memory yang efeknya ingatan jangka pendek (dapat hilang dapat seperkian detik) lalu diberi perhatian secara selektif menjadi short term memory (memori tanpa persiapan yang bertahan 30-15 detik), jika lanjut secara consolidation maka akan berubah menjadi long term memory, dan dari LTM di retrieval kembali menjadi short term memory. 

a. Short Term Memory: sistem memori dimana informasi disimpan dalam beberapa waktu ketika digunakan. STM memanfaatkan selective attention kemampuan untuk fokus dalam satu stimulus dari semua input sensori (Broadbent, 1958).

Contoh aplikatif: 

-kita ingat ringkasan materi kuliah hari ini. 

-kita ingat jalan menuju rumah teman ketika datang untuk pertama kalinya. 

b. Working Memory: mirip dengan STM, hanya saja working memory kita gunakan berkaitan dengan penyimpanan dan manipulasi informasi.  Contoh aplikatif: 

-kita ingat rute jalan kerumah. 

- kita ingat parkir di barisan keberapa. 

c. Long Term Memory: LTM bersifat unlimited (disimpan secara permanen). Proses terbentuknya secara relatif di otak sejak memori tersebut terbentuk. 

-kita mengingat peristiwa-peristiwa penting di dalam otak kita. 

-kita bisa memahami bahasa. 

d. Elaborative Rehearsal: peningkatan stimulus melalui petunjuk retrieval dengan menghubungan informasi baru + informasi yang sudah diketahui (Craik & Lockhart, 1972). Contoh aplikatif: 

- kita menghafal dengan mengkaitkan objek hafalan kita dengan benda yang mirip. 

- kita mengingat melalui bantuan singkatan kata. 

e. Declarative memory: tipe LTM yang mengandung informasi sadar dan diketahui. Contoh aplikatif: 

- kita bisa mengingat nama hewan tanpa harus berpikir. 

- kita bisa menyebutkan nomor telepon milik kita.  

DM juga terdapat semantic memory yang berisi memori kita tentang informasi umum. Contohnya kita dapat memahami bahasa atau pelajaran yang kita dapatkan dalam pendidikkan formal. Episodic memori berisi rangkaian kegiatan yang dialami oleh seseorang, contoh pengalaman. 

d. Non Declarative Memory: meliputi pergerakkan kita, dan kebiasaan kita. 

e. Recall: bagian memory retrieval yang dicoba diingat kembali dengan petunjuk-petunjuk tertentu. 

Contoh aplikatif: 

-kita mengingat apa saja yang telah kita lakukan seharian kemarin. 

-kita mengingat rute jalan mana yang telah kita lewati. 

d. Recognition: kemampuan mencocokkan informasi yang didapatkan kedalam ingatan storage. 

Contoh aplikatif: 

-ingat barang-barang yang harus dibeli. 

-memecahkan masalah puzzle. 

Sumber Ciccarelli, S. K. & J. N. White. (2017). Psychology Fifth Edition. New York: Pearson.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan ke-10: Pengaruh Darwin dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen

Pertemuan ke-9: Perkembangan Awal Psikologi Modern

Pertemuan ke 5 Psikologi Umum I: Empirisme, Sensasionalisme, dan Positivisme.